Senin, 14 September 2020

Lima Jenis Topping Pasta: Sebuah Introduksi

 Seputar saus pasta
#edisikulineritalia 

 

Lima Jenis Topping Pasta: Sebuah Introduksi  

Sebagian besar kafe di Indonesia menyediakan kopi serta berbagai kuliner negara Barat, yaitu steak dan pasta. Pasta merupakan makanan yang berasal dari Italia, terbuat dari tepung terigu, minyak zaitun, garam dan air serta memiliki berbagai macam bentuk yang variatif, yaitu fusili, fetucini, vermicelli, sphagetti, penne, angel hair, tagliatelle dan lainnya. Namun, pasta tidak dapat menjadi lezat apabila tidak dilengkapi dengan berbagai saus  pasta. Berdasarkan Fauziah (2020) sesungguhnya terdapat tiga belas jenis saus pasta, namun dalam artikel ini akan disampaikan lima jenis topping pasta yang sering diperjualbelikan. Kurniaputri (2019) berpendapat bahwa saus-saus yang berasal dari Italia memiliki kesan klasik, diduga indah, serasi apabila disandingkan dengan pasta dan memiliki cita rasa yang otentik. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan informasi seputar saus pasta. Berikut ini adalah jenis saus pasta:

 
 
1. Topping Bolognese - Sour and Umami. 
Topping bolognese atau disebut juga Ragù, berasal dari kata ragouter yaitu menambahkan sesuatu. Saus bolognese diresmikan pada tahun 1982 oleh Italia Academy of Cuisine: Bologna Chamber of Commerce dan ditemukan di Bologna. Saus tersebut berwarna merah, bercita rasa asin, gurih dan menimbulkan sensasi asam serta terdiri dari daging sapi cincang, tomat, bawang bombay yang dimasak dengan minyak zaitun. Hati ayam, butter, kaldu sapi, sayuran yaitu wortel dan sledri, white wine, susu serta pala dapat dijadikan sebagai pelengkap.  Beberapa sumber berpendapat bahwa saus bolognese dapat diberi  taburan parutan keju agar lebih nikmat. Kelezatan saus bolognese dipengaruhi oleh waktu pemasakkan, yaitu semakin lama saus ini direbus, maka rasa yang ditimbulkan semakin lezat (Kurniaputri, 2019).


Saus bolognaise
Sumber: https://awsimages.detik.net.id/community/media/visual/2019/09/03/83fe4dc5-9c7c-4d03-ae36-600f9d9c69f7.jpeg?w=700&q=90


2. Topping Aglio e Olio - Spicy and Delicious.
Aglio e Olio berasal dari kata aglio, yaitu bawang putih dan olio, yaitu minyak zaitun, berasal dari Kota Lazio dan muncul pada tahun 1837, berasa gurih, memiliki tekstur yang oily dan berasa pedas. Saus ini cocok disantap bagi yang menyukai rasa pedas dan gurih. Rasa pedas dapat dibuat dengan cara menambahkan potongan cabai, yaitu cabai keriting kering atau dikombinasikan dengan bubuk lada hitam. Berdasarkan beberapa sumber, saus tersebut mudah dan sederhana untuk dibuat di rumah dan terdiri dari minyak zaitun, bawang putih, daun parsley cincang. Selain itu, filet ikan teri dan keju parmesan dapat memperlezat saus ini.

 Topping Aglio e Olio
Sumber: Kompas.com


3. Topping Carbonara - White and Creamy .
Topping Carbonara berasal dari kota Roma dan diciptakan pada tahun 1944. Saus ini memiliki warna yang putih, berasa gurih dan bertekstur creamy, kental dan lembut. Kualitas saus tersebut terletak pada kualitas dan jenis bahan, misalnya jenis daging dan keju yang digunakan. Saus tersebut disukai oleh penggemar keju, karena terbuat dari krim, susu, keju parmesan, bawang putih, sedikit lada, garam, kuning telur yang dimasak bersamaan dengan pasta dan diaduk hingga mengental. Di dalam pengolahan saus karbonara, kuning telur yang digunakan cukup banyak, hingga lima kuning telur sehingga menghasilkan tekstur yang creamy dan diduga memiliki nilai kalori tertinggi. Penampilan karbonara kurang disukai oleh beberapa orang. Oleh karena itu, pada saat melakukan plating, chef menambahkan  daging asap atau beef bacon yang  membuat penampilan pasta dengan saus carbonara terkesan lebih menawan 

Sphagetti dengan Saus Carbonara 
Sumber: Kompas.com



4. Topping Marinara - All About Seafood.

Topping marinara diduga ditemukan sebelum abad ke 19, digunakan dalam pelengkap pasta dan pizza. Zaman dahulu, saus marinara sering dikonsumsi oleh para pelaut karena memiliki beberapa keunggulan, yaitu berasa nikmat, harga relatif murah, bahan baku yang mudah didapat dan membutuhkan waktu pengolahan yang relatif singkat, yaitu 20 menit. Berdasarkan beberapa sumber, pengolahan saus marinara memiliki kemiripan dengan pengolahan saus bolognese namun memiliki perbedaan bahan utama. Saus marinara menggunakan seafood sebagai pengganti daging cincang pada saus bolognese misalnya kerang, kepiting, udang, cumi-cumi yang dimasak bersama-sama dengan pasta tomat, minyak zaitun, bawang putih, bawang bombay dan herbal khas Italia, yaitu mint, peterseli, basil. Selain itu, wine dapat digunakan untuk meningkatkan kelezatan aspek rasa dan aroma saus carbonara.

Sphagetti dengan saus marinara 
Sumber: Travel Kompas

5. Topping Pesto - Green and Simple Processing

Topping pesto memiliki warna hijau terang dan beraroma khas basil, ditemukan di Genoa, Italia Utara sekitar abad ke 16. Pesto diproduksi dari daun basil segar, minyak zaitun, bawang putih, keju parmesan halus, kacang almond / pinus. Saus pesto diproduksi dengan cara menumbuk bahan-bahan tersebut secara bertahap, diawali dengan bawang putih, basil, kacang almond, keju hingga bahan terakhir, yaitu minyak zaitun. Saus ini sangat mudah diolah dan hemat gas, karena tidak memerlukan proses pemasakkan, namun perlu diperhatikan bahwa dalam  pelumatan bahan-bahan tersebut dilakukan hingga bertekstur halus. Kacang almond / pinus berkontribusi memberikan rasa gurih pada saus pesto. Saus pesto tersebut juga diaplikasikan pada sandwich dan chicken salad yang akan menambah cita rasa dan kelezatan produk pangan tersebut.


Saus pesto
Sumber: Bonapetit



Semoga bermanfaat! :)

Daftar Pustaka

1. Anonim. (2020). Pesto Originated.
https://www.oliviersandco.com/pesto-originated. Diakses pada tanggal 14 September 2020. Pukul 15:49.
2. Arthasalina, D. (2017). Sudah Tahu Belum 6 Jenis Saus Pasta Khas Italia Ini?.
https://www.idntimes.com/food/dining-guide/dian-septi-arthasalina-1/6-karakter-saus-pasta-khas-italia-c1c2/1. Diakses 14 September 2020. Pukul 12:38
3. Atiningmas, I. (2020). Jenis Saus Untuk Pasta Yang Bisa Anda Coba. (Part 2).
https://www.femina.co.id/food-trend/jenis-saus-untuk-pasta-yang-bisa-anda-coba-part-2-?p=1. Diakses 14 September 2020. Pukul 13:08
4. Endeustorial. 7 Saus Populer untuk Masakkan Serba Pasta.
https://endeus.tv/artikel/7-saus-populer-untuk-masakan-serba-pasta. Diakses 14 September 2020. Pukul 13:16
5. Fauziah, J. (2020). Inilah Jenis-Jenis Saus Pasta yang Jarang Diketahui.
https://bacaterus.com/jenis-saus-pasta/. Diakses 14 September 2020. Pukul 12:45
6. Graminda & Ria. (2020). Cara Membuat 6 Saus Pasta Homemade ala Italia yang Populer.
https://resepkoki.id/cara-membuat-6-saus-pasta-ala-italia-yang-populer/. Diakses 14 September 2020. Pukul 13:16
7. Ilham. (2020). Resep dan Cara Membuat Pasta Italia Sphagetti Saus Bolognaise Aldente yang Enak dan Lezat.
https://selerasa.com/resep-dan-cara-membuat-pasta-italia-spaghetti-saus-bolognaise-al-dente-yang-enak-dan-lezat. Diakses tanggal 14 September 2020. Pukul 13:38
8. KlikIndomaret. (2019). Sejarah Spagheti Aglio olio si Enak yang Gak Pakai Ribet.
https://blog.klikindomaret.com/sejarah-spaghetti-aglio-olio-si-enak-yang-gak-pakai-ribet/. Diakses tanggal 14 September 2020. Pukul 14:41.
9. Kompas. (2020). Sejarah Panjang dalam Sepiring Spaghetti Bolognese.
https://travel.kompas.com/read/2016/11/12/171148727/sejarah.panjang.dalam.sepiring.spaghetti.bolognese.?page=all. Diakses tanggal 14 September 2020. Pukul 13:38
10. kumparanFOOD. (2018). Mengenal 7 Jenis Saus yang Sering Dikombinasikan pada Pasta.
https://kumparan.com/kumparanfood/mengenal-7-jenis-saus-yang-sering-dikombinasikan-pada-pasta/full. Diakses tanggal 14 September 2020. Pukul 12:16.
11. Kurniaputri, M. (2019). Begini Cara Bikin Saus Bolognaise Tradisional Italia yang Enak.
https://food.detik.com/info-kuliner/d-4691331/begini-cara-bikin-saus-bolognese-tradisional-italia-yang-enak. Diakses tanggal 14 September 2020. Pukul 14:41.
12. Kurniaputri, M. (2019). 5 Jenis Saus Klasik Ini Cocok Dipadu dengan Aneka Pasta, Mana yang Kamu Suka?.
https://food.detik.com/info-kuliner/d-4503244/5-jenis-saus-klasik-ini-cocok-dipadu-dengan-aneka-pasta-mana-yang-kamu-suka. Diakses pada tanggal 14 September 2020. Pukul 12:31
13. Prochiz. (2017). Sphageti Carbonara Original Italia.
https://www.dapurkejuprochiz.com/tips/spaghetti-carbonara-original-italia. Diakses tanggal 14 September 2020. Pukul 14:57.
14. Rohmatun, M. (2019). Kenali 6 Jenis Saus Pasta yang Sering Tertera di Buku Menu. Oke, Sekarang, Sudah Tahu!.
https://www.hipwee.com/tips/jenis-saus-pasta/. Diakses tanggal 14 September 2020. Pukul 12:26.
15. Wagonner, S. (2015). Marinara Sauce: The Suace That Shooke The World.
https://forknplate.com/2015/01/28/marinara-sauce/. Diakses pada tanggal 14 September 2020. Pukul 15:13.
16. Widiana, W. (2016). Mengenal 6 Jenis Saus Pasta, Yuk.
https://bobo.grid.id/read/08680886/mengenal-6-jenis-saus-pasta-yuk?page=all Diakses tanggal 14 September 2020. Pukul 12:16.

Sabtu, 12 September 2020

MANFAAT SARAPAN PAGI

MANFAAT SARAPAN PAGI
Disusun oleh: Michael Adrian Iskandar l Food Enthusiast
 
Sarapan pagi merupakan makanan yang dikonsumsi saat pagi hari mulai dari bangun tidur hingga pukul 10.00. Berdasarkan pernyataan Hardiansyah yang dikutip dari Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia tahun 2019, tertulis bahwa tujuh dari sepuluh anak Indonesia tidak sarapan sebelum berangkat ke sekolah. Sarapan merupakan hal yang penting bagi siswa dari jenjang SD, SMP hingga mahasiswa. Memaknai pentingnya serta membiasakan sarapan telah tertulis di Permenkes no 41/2014 mengenai pedoman Gizi Seimbang dalam poin ke enam, yaitu "Biasakkan Sarapan". Hardiansyah (2013) mengemukakan bahwa banyak orang yang salah sangka memaknai kata sarapan, misalnya dengan kita mengonsumsi air/kopi/teh saja, mengonsumsi satu potong kue kecil atau mengonsumsi makanan lebih dari pukul 10. Kebiasaan tersebut tidak dapat disebut sarapan. 



Sarapan pada anak
Sumber: Parenting.co.id


 
Lantas bagaimana sarapan yang baik?
Dalam beberapa penelitian dikatakan bahwa dalam mengonsumsi sarapan, menu yang disajikan wajib menjadi sumber zat tenaga, sumber zat pembangun, dan sumber zat pengatur, yaitu karbohidrat, protein, lemak serta serat. Terdapat jurnal yang mengatakan bahwa harus empat sehat lima sempurna. Hal ini diperkuat oleh pernyataan yang dituliskan oleh Kementrian Kependidikan dan Kebudayaan RI (2019) mengemukakan bahwa sarapan yang baik harus alami yaitu tidak menambahkan bahan pengawet ataupun pemanis buatan, bergizi dan dalam porsi yang cukup (sedang). Dilihat dari segi kalori yang dibutuhkan, sarapan pagi harus mencakup 20-25% dari energi tubuh per hari. Untuk anak-anak berkisar 200-300 kalori. Makan pagi atau disebut juga sarapan, tidak boleh dilakukan lebih dari pukul 10.00
 
Apa saja sih manfaat sarapan?
Kandungan karbohidrat atau glukosa dalam nasi, roti dapat meningkatkan tingkat konsentrasi dan fungsi kognitif, yaitu yang berhubungan dengan daya ingat / memori. Sedangkan, kandungan protein yang ditemukan pada tempe, telur, tahu atau bahan pangan lainnya dibutuhkan sebagai transpor glukosa sehingga dapat berkontribusi dalam memberikan energi. Lemak, vitamin dan mineral yang diperoleh dari susu, sayur-sayuran dan buah-buahan dapat berkontribusi untuk mendukung metabolisme tubuh serta berbagai fungsi fisiologis. Beberapa penelitian juga membuktikan bahwa murid SD yang mengonsumsi sarapan meningkatkan peluang untuk berprestasi, karena dapat menyerap dan memproses pelajaran di sekolah dengan baik dan konsentrasi serta fokus yang tetap terjaga. Dalam beberapa penelitian dikatakan bahwa sarapan tidak hanya berperan sebagai kebiasaan saja, namun dapat berkontribusi dalam mengendalikan kalori yang terasup pada siang hari dan dapat mencegah penyakit maag.
 
Lalu, bagaimana dampak negatif apabila tidak sarapan?
Berdasarkan Mawarni (2018) tidak sarapan dapat beresiko menimbulkan efek jangka panjang dan pendek. Efek jangka pendek yang beresiko dapat muncul adalah maag, sakit kepala, badan lemas sedangkan efek jangka panjang yang beresiko dapat menurunkan sistem imun tubuh. Badan lemas diakibatkan oleh cadangan glukosa atau glikogen yang telah habis digunakan.
Sarapan ini apakah hanya berguna untuk anak SD?
Tidak juga, beberapa studi yang telah dilakukan membuktikan bahwa sarapan juga berkorelasi dapat meningkatkan konsentrasi mahasiswa pada saat mengikuti perkuliahan, namun hingga saat ini untuk pekerja / karyawan industri boga belum ditemukan hubungan yang signifikan antara sarapan dengan tingkat kelelahan. Hal ini diduga masih banyak faktor salah satunya yang diduga adalah usia yang masih produktif sehingga masih tetap fit dalam menjalankan pekerjaan.
Sarapan memiliki banyak manfaat, namun mengapa kebiasaan sarapan masih sulit untuk diterapkan pada beberapa keluarga?
Hal ini dikarenakan berbagai macam faktor, misalnya dari anak-anak itu sendiri, yaitu khawatir, takut terlambat masuk sekolah sehingga tergesa-gesa berangkat ke sekolah, tidak merasa lapar, kesiangan bangun tidur. Apabila mahasiswa, masuk perkuliahan pagi dan diduga ada yang bekerja pada shift pagi. Apabila dari orang tua sendiri, sibuk dalam pekerjaan sehingga tidak dapat menyiapkan sarapan untuk anak-anaknya. 
 
Bagaimanakah Solusinya?
Berdasarkan jurnal Abdimas tahun 2016, terdapat beberapa solusi yang dapat dilakukan oleh orang tua, yaitu mengajak anak tidur sebelum jam 9 malam dan membangunkan anak satu jam sebelum berangkat ke sekolah. Nestle (2020) berpendapat bahwa berdasarkan faktor psikologis, anak-anak paling suka meniru orang tuanya. Oleh karena itu, orang tua tidak hanya menyiapkan makanan saja dengan menu yang sudah bergizi, cukup dan bervariasi, namun sebaiknya ikut bersama-sama sarapan dengan anak. Dengan begitu diharapkan anak-anak dapat menumbuhkembangkan kebiasaan baik untuk tidak melewatkan sarapan.
Sekolah / perguruan tinggi juga dapat berkontribusi dalam mendukung kebiasaan sarapan ini. Misalnya, di kantin sekolah diterapkan pengolahan makan sehat, tersedia fasilitas kulkas dan ruangan dapur yang tidak sempit, tidak berpengawet, tidak menggunakan pemanis buatan dan bersih sehingga orang tua dapat mempercayakan anaknya untuk "sarapan mandiri" di sekolah dengan bekal uang jajan yang dilakukan pada saat jam istirahat (misanya, pukul 9).
Di beberapa wilayah, anak-anak SD sangat berantusias dalam mengikuti edukasi gizi mengenai sarapan pagi. Oleh karena itu, sekolah dapat bekerja dengan puskesmas untuk mengadakan edukasi gizi. Edukasi ini dapat berbentuk kuis, presentasi,, makan bersama, games, cerita bergambar, animasi, bermain peran, berdiskusi atau menggunakan beberapa alat bantu seperti cakram gizi serta brosur yang dapat dibawa pulang ke rumah untuk bisa disampaikan ke orang tua.
Terkhusus untuk sekolah PAUD dan TK, guru-guru dapat dilatih agar bisa menyampaikan pesan melalui story telling kepada siswa/i dengan begitu guru-guru dapat membantu orang tua dalam menumbuhkan kesadaran betapa perlu dan pentingnya sarapan pagi dalam proses belajar di sekolah.
 
Menu-menu yang dapat dicoba apa saja?
Berdasarkan Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia (2019) dikatakan bahwa Kementrian Kesehatan mengusulkan beberapa menu yang mudah dibuat dalam melakukan sarapan pagi untuk orang tua. untuk anak-anak yang berusia 6-12 tahun. Misalnya, kombinasi setangkup roti, telur mata sapi,sayuran, susu atau dapat dicoba juga nasi goreng, telur dadar dan sayuran. Selain itu, sereal dikombinasikan dengan susu dan buah dapat menjadi pilihan yang tepat. 
 
Mari kita bersama-sama membiasakan sarapan pagi, sehingga dapat meningkatkan konsentrasi dan fokus pada saat belajar. 
 
Daftar Pustaka
1. Aiyasa, I. G., & Datya, A. I. (2016). Pengaruh Sarapan Pagi Dan Status Gizi Terhadap Prestasi Belajar Siswa Sekolah Dasar Di Kabupaten Buleleng. VIRGIN: Jurnal Ilmiah Kesehatan Dan Sains, 2(1).
2. Ferawati, S. S. (2016). Hubungan Kebiasaan Sarapan Pagi Dengan Konsentrasi Belajar Siswa-Siswi Sd Muhammadiyah Karang Tengah Imogiri Bantul Yogyakarta. Ilmu Kebidanan, 4(1), 53-61
3. Giyan, M., Duarsa, D. P., & Ani, L. S. (2019). STATUS GIZI, POLA, KONSUMSI SARAPAN DAN CAMILAN PADA SISWA SDN 3 SESETAN DENPASAR. Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6.
4. Hardinsyah. (2013). SARAPAN SEHAT SALAH SATU PILAR GIZI SEIMBANG . Simposium Nas Sarapan Sehat.
5. Hardinsyah, H., & Aries, M. (2016). Jenis pangan sarapan dan perannya dalam asupan gizi harian anak usia 6—12 tahun di indonesia. Jurnal Gizi dan Pangan, 7(2), 89-96.
6. Iqbal, M., & Tahlil, T. (2015). MAKAN PAGI DAN PRESTASI AKADEMIK PADA ANAK USIA SEKOLAH DI BANDA ACEH. Idea Nursing Journal, 6(2), 11-19.
7. Kementrian Kependidikan dan Kebudayaan Republik Indonsia. (2019). Pentingnya Sarapan Untuk Anak.
8. Khalida, E., Fadlyana, E., & Somasetia, D. H. (2016). Hubungan Kebiasaan Sarapan dengan Prestasi Belajar dan Fungsi Kognitif pada Anak Sekolah Dasar. Sari Pediatri, 17(2), 89-94.
9. La Fua, J., & Nurlila, R. U. (2016). Hubungan antara Kebiasaan Sarapan Pagi, Dukungan Orang Tua, Fasilitas Sekolah dengan Prestasi Belajar Siswa di SD Negeri 01 Gunung Sari Kec. Bonegunu Kab. Buton Utara. Al-Ta'dib, 9(2), 22-43.
10. Lasidi, O. D., & Umboh, A. (2018). HUBUNGAN STATUS GIZI DAN KUALITAS SARAPAN PAGI DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS IV DAN V DI SD NEGERI 21 MANADO. JURNAL KEPERAWATAN, 6(1).
11. Mawarni, E. E. (2018). Edukasi Gizi” Pentingnya Sarapan Sehat Bagi Anak Sekolah”. Warta Pengabdian, 11(4), 97-107.
12, Safaryani, P., & Hartini, S. (2017). Pengaruh Sarapan Pagi Terhadap Tingkat Konsentrasi Belajar Anak Sd Negeri Karangayu 02 Semarang. Karya Ilmiah, 6(1).
14. Nurwijayanti, N. (2018). Pola Makan, Kebiasaan Sarapan dan Status Gizi Berhubungan Dengan Prestasi Belajar Siswa SMK di Kota Kediri. Care: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan, 6(1), 54-63.
15. Oktariani, R., Rakhma, L. R., & Kurniawan, A. (2019). Sarapan Pagi, Status Gizi dan Kelelahan Pada Karyawan di Brownies Cinta Karanganyar. Jurnal Dunia Gizi, 2(2), 79-84.
16. Purwanti, S., & Shoufiah, R. (2017). Kebiasaan Sarapan Pagi Mempengaruhi Status Gizi Remaja. Husada Mahakam, 1(I)
17. Purnawinadi, I. G., & Lotulung, C. V. (2020). KEBIASAAN SARAPAN DAN KONSENTRASI BELAJAR MAHASISWA. Nutrix Journal, 4(1), 31-38.
18. Putra, A., Syafira, D. N., Maulyda, S., Afandi, A., & Wahyuni, S. (2018). Kebiasaan Sarapan pada Mahasiswa Aktif. HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development), 2(4), 577-586
19. Rahman, N., Dewi, N. U., & Bohari, B. (2017). Kebiasaan Sarapan Pagi, Asupan Zat Gizi, Dan Status Gizi Murid Sdn Inpres 3 Tondo, Kota Palu. Preventif: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(1).
20. Sitoayu, L., Wahyuni, Y., Angkasa, D., & Noviyanti, A. (2016). Sarapan Sehat Menuju Generasi Sehat Berprestasi. Jurnal Abdimas, 3(1), 56-62.
21. Sopiyandi, S., & Puspita, W. L. (2016). Analisis jenis, Jumlah dan Mutu Sarapan Pagi siswa sekolah dasar. Jurnal Vokasi Kesehatan, 2(1), 62-68.
22. Sukiniarti, S. (2016). Kebiasaan Makan Pagi pada Anak Usia SD dan Hubungannya dengan Tingkat Kesehatan dan Prestasi Belajar. JPBI (Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia), 1(3).
23. Suraya, S., Apriyani, S. S., Larasaty, D., Indraswari, D., Lusiana, E., & Anna, G. T. (2019). “SARAPAN YUKS” PENTINGNYA SARAPAN PAGI BAGI ANAK-ANAK. Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia, 2(1).
24. Utama, L. J., Sembiring, A. C., & Sine, J. G. L. (2018). Perilaku sarapan pagi kaitannya dengan status gizi dan anemia pada anak sekolah dasar. Jurnal Gizi Indonesia (The Indonesian Journal of Nutrition), 7(1), 63-68..
25. Wahyuningsih, R., & Darni, J. (2020). PENGGUNAAN CAKRAM GIZI SARAPAN PAGI SEBAGAI MEDIA EDUKASI UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN SISWA. Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo, 1(2), 70-74.

Senin, 07 September 2020

Tips Menjaga Pola Makan ala Mahasiswa Kos

Menjadi anak kos untuk pertama kalinya, bukan suatu hal yang mudah untuk dijalani. Peran orang tua semakin memudar, hanya serpihan nasehat / pesan yang dapat diingat kembali dan kemandirian pun sedikit demi sedikit ditumbuhkan dalam diri sendiri. Beradaptasi dengan perkuliahan yang baru, bagi sebagian besar anak yang baru ngekos termasuk agak sulit dan terkadang pola makan pun menjadi ikut terganggu, salah satunya adalah telat makan, tidak sarapan. Magh merupakan salah satu penyakit yang dapat terjadi ketika telat makan. Cairan lambung yang tidak digunakan dalam proses pencernaan akan menjadi berlebih serta berdampak negatif. Oleh karena itu, menerapkan pola konsumsi yang terdiri dari makan pagi, snack, makan siang, snack, makan sore,  sebaiknya dilakukan oleh anak kos. Dengan menjaga pola makan, diharapkan kesehatan perut pun ikut terjaga serta asupan kalori tetap teratur  yang dibutuhkan untuk aktivitas sehari-hari. Berikut adalah cara/tips anak kos, mengakali agar senantiasa makan tepat waktu dan tidak terlambat: 

Aneka Makanan
Sumber: sahabatnestle.com


1. Buat makanan yang mudah disiapkan dan membeli produk pangan satu hari sebelumnya.

Ketika bangun tidur, rasa malas gerak (mager) sering melanda, menyajikan makanan di pagi hari dengan berbagai pengolahan yang rumit, ketersediaan alat dan bahan dapur kos yang terbatas, lokasi pasar yang jauh, jam perkuliahan di awal hari, ketersediaan gas di tempat kos yang medadak habis. Selain itu,  sedikit kita menemukan rumah makan / warung yang sudah buka (misalnya pukul 07.00). Apabila buka pun, beberapa rumah makan/warung menyediakan makanan yang kurang variatif atau terkesan monoton. Alasan-alasan tersebut yang dapat membuat kita melewati sarapan pagi. Namun, berdasarkan beberapa penelitian, sarapan pagi tetap diperlukan karena dapat meningkatkan kemampuan kognitif dan konsentrasi. 


Sebagian besar teman-teman yang mengasup kalori yang seharusnya dikonsumsi pada saat sarapan namun bersamaan dengan lunch atau disebut juga brunch yang menyebabkan nafsu makan menjadi berlebih serta porsi makan pun yang semakin meningkat dan diduga hal ini kurang baik untuk kesehatan perut serta kemampuan otak dalam proses belajar di kampus pada saat pagi hari. Oleh karena itu, beberapa solusi yang saya sediakan dapat membantu teman-teman khususnya yang baru belajar tinggal di kos. Misalnya, teman-teman dapat membeli makanan satu hari sebelumnya misalnya telur, madu, susu, crackers, roti isi, roti tawar, meises / chocolate rice, gula pasir, sereal, minuman sereal.   Berdasarkan pengalaman saya ngekos, produk pangan tersebut dapat dijadikan "pengganjal" perut serta berkontribusi dalam menyumbang kalori yang dibutuhkan di pagi hari dan dapat membantu membuat teman-teman tetap fokus. Teman-teman dapat membuat telur rebus, roti tawar dengan berbagai topping, sereal+susu, madu hangat atau ide makanan lainnya.


2. Pasang alarm dan sediakan camilan

Kesibukan akan tugas dan padatnya jadual perkuliahan, praktikum, asistensi yang sering membuat kita melupakan jam makan. Menyetel alarm untuk jam makan dapat menjadi solusi untuk masalah ini, namun memasang alarm juga terkadang tidak bisa diandalkan, karena terdapat satu kalimat yang telah familiar oleh sebagian besar orang adalah "nanggung, sedikit lagi selesai". Perlakuan tersebut dapat membuat pola makan kita menjadi terganggu, telat makan dan dapat membuat magh menjadi kumat. Oleh karena itu, sebaiknya di komputer /laptop dipasang jam tidur sehingga otomatis mati pada saat jam-jam tertentu dan disaat itulah teman-teman dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk menyantap makan siang. Perlu diperhatikan, untuk file tugas teman-teman dapat menggunakan jasa penyimpanan online dan lakukan penyimpanan file sesering mungkin, agar ketika laptop mati, file masih bisa tersimpan utuh.

 

Apabila terdapat perkuliahan di kampus pada saat siang hari, teman-teman dapat membawa bekal yang dibeli dari perjalanan menuju kampus di pagi hari dan menyantapnya pada saat makan siang atau lunch break. Bekal yang disantap pada saat lunch dengan porsi yang secukupnya dan diusahakan terdapat karbohidrat, yaitu nasi, mie, protein nabati berupa tempe, tahu atau hewani, yaitu ayam dan sayur-sayuran, yaitu bayam, sup sayur, dan lainnya. Usahakan dalam membeli nasi dan lauk, sebaiknya terpisah agar tidak cepat bau. Sayur-sayuran penting untuk dikonsumsi, karena berkontribusi dalam melengkapi vitamin dan mineral di dalam tubuh dan akan menjadi nilai tambah apabila, bervariasi.

 

Meskipun sudah tidak hangat dan fresh from kitchen, namun setidaknya sudah memiliki cadangan makanan di tas dan tidak perlu ke kantin untuk kedua kalinya dan menunggu delivery datang, yang berpeluang membuat kita telat makan, karena antrean yang panjang, hambatan di jalan ataupun lokasi kantin yang jauh. Lain kasus, apabila jadual perkuliahan terlalu padat dan berdekatan sehingga tidak sempat untuk makan siang, setidaknya teman-teman dapat membawa snack, berupa biskuit, crackers, roti isi ataupun cemilan lainnya sebelum memulai perkuliahan berikutnya, namun sebaiknya cemilan yang dikonsumsi dipilih-pilih lagi karena beberapa orang tidak cocok mengonsumsi cemilan yang berasa asam ataupun mengandung lemak berlebih apabila dikonsumsi sebelum makan nasi. Usahakan perut tetap terisi dengan snack yang cocok dengan perut kita masing-masing.


3. Tidak nafsu makan? ubah dan kembangkan cara makan.

Setiap orang memiliki selera masing-masing yang berbeda. Pada saat jadi anak kos, terkadang rasa bosan sulit dihindari dan  kendala lain yang dihadapi adalah bajet yang ngepas, ketidaksukaan terhadap suatu makanan atau ketidakcocokan  kepada makanan (alergi, gatal-gatal, kembung, dsb), variasi makanan yang tersedia di kantin relatif terbatas dan diduga faktor-faktor tersebut dapat mempengaruhi pola makan dan dapat mengakibatkan telat makan. Oleh karena itu, terkadang cara makan perlu diubah namun dengan beberapa tambahan. Misalnya, biasanya  mengonsumsi tempe di kantin bersamaan dengan bayam kuah yang dicampur ke dalam nasi dan rasa bosan tiba-tiba menghampiri, kemudian cara makan bisa dimodifikasi, seperti mencampurkan kecap manis dan sambal ke dalam nasi setelah itu menyantapnya dengan tempe goreng sambil menyruput kuah sayur tersebut. Hal-hal tersebut yang mungkin terlihat sederhana, mainstream, namun hal ini dapat mencegah kebosanan dalam mengonsumsi makanan yang itu-itu saja, yang bisa jadi disebabkan oleh bajet yang ngepas, ketidaksukaan maupun ketidak cocokan terhadap masakkan lainnya.

Semoga tips-tips ini dapat berguna untuk teman-teman yang sedang menyesuaikan diri dengan kebiasaan anak kos. Selamat jadi anak kos baru :)

 

Minggu, 30 Agustus 2020

#Sharing - Berkuliah di Teknologi Pangan

Halo, Perkenalkan saya Michael.. Pada kesempatan kali ini, saya ingin sharing melalui tulisan ini, perihal berkuliah di Teknologi Pangan. Artikel ini ditujukan untuk teman-teman yang ingin memasukki jenjang perkuliahan baik dari SMA maupun SMK. Artikel ini bertujuan untuk memberikan sebagian besar informasi di perkuliahan Teknologi Pangan meliputi sedikit materi yang dipelajari di Teknologi Pangan, soft skill yang didapatkan, manfaat, sedikit lifestyle mahasiswa serta peluang kerja Teknologi Pangan. Bagaimanapun, artikel ini bersifat subyektif dan belum tentu akan sama persis di alami oleh teman-teman alumnus Teknologi Pangan, karena kurikulum yang bisa jadi berbeda dari tahun ke tahun, tempat perkuliahan yang berbeda serta perkembangan zaman (gaya belajar, dll).


Ilmuan Pangan
Sumber: SEVIMA

1. Materi Teknologi Pangan

Baik, sebelum dilanjutkan saya ingin mereview sedikit tentang materi SMA dahulu. Teman-teman dahulu pernah mempelajari Bioteknologi Konvensional dan Modern di pelajaran Biologi SMA. Ya, dimata kuliah ini, kita mempelajari tentang kedua bioteknologi tersebut lebih dalam lagi. Bioteknologi konvensional, yaitu berbagai produk olahan pangan dengan menggunakan bantuan  mikroorganisme. Misalnya dalam membuat yoghurt, menggunakan mikroorganisme Lactobacillus bulgaricus atau dalam membuat kecap, menggunakan mikroorganisme Aspergillus wentii. 

Nah, di dalam perkuliahan Teknologi Pangan ini, teman-teman akan mempelajari bagian ini lebih detail, bagaimana lingkungan mikroorganisme itu tumbuh, karakteristik masing-masing mikroorganisme dan bagaimana cara membuat atau menginovasikan produk pangan agar lebih disukai dan diterima oleh konsumen . Entah dari konsentrasi mikroorganisme, pengemas, waktu fermentasi ataupun faktor-faktor lainnya. Teknologi pangan mempelajari mengenai pemilihan bahan baku yang terbaik, pemrosesan, pengemasan serta  sedikit mempelajari pengembangan produk pangan. 

Selain itu, kandungan gizi, vitamin, mineral serta komponen bioaktif dalam bahan pangan juga akan dipelajari dalam perkuliahan ini. Yap, ini dapat menjadi bekal hari tua nanti, ketika pengaturan pola makan dan jenis makanan semakin dibutuhkan di hari tua nanti.. 


Fisika, Kimia, Matematika masih dipelajari ya?

Jawabannya, masih tetap ada. Matematika, fisika dan kimia disesuaikan dan dihubungan dengan makanan. Matematika pangan, umumnya dikaitkan dengan populasi mikroorganisme. Contoh kimia pangan, teman-teman akan mempelajari pigmen warna dari buah dan sayur lalu bahan aditif makanan apa saja yang diperbolehkan dan seberapa banyak serta mempelajari "toksin" yang ada di dalam bahan pangan mentah serta bagaimana mengatasinya. Dalam mata kuliah fisika pangan, teman-teman akan mempelajari sekilas tentang macam-macam tekstur pangan seperti apa saja dan aspek fisik lainnya.  


Teknologi pangan mempelajari seputar makanan, Lantas apakah Teknologi Pangan kuliahnya masak-masak?

Setahu saya, untuk teknologi pangan tidak ada kegiatan memasak namun ada kemungkinan untuk mempelajari pembuatan produk roti, bolu dan lainnya. Terkecuali, terdapat jurusan teknologi pangan yang membuka konsentrasi tertentu yang mengarah ke arah kuliner. Teman-teman akan mempelajari bagaimana cara memasak dan teknik memasak, mulai dari persiapan, pengolahan yang baik, tidak lupa bagaimana cara menginovasikannya dan tentunya dihubungkan dengan beberapa teori yang sudah ada dan bersama-sama belajar dengan praktisi kuliner atau ahli gizi. Teknologi pangan lebih mempelajari mengenai cara membuat tempe, yoghurt, dan lainnya..


2. Kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa Teknologi Pangan

Secara umum, terdapat dua kegiatan yang dilakukan, yaitu perkuliahan biasa dan praktikum. Perkuliahan biasa (teori), kami akan diberikan presentasi dan tugas-tugas yang relevan dengan topik tugas yang dibahas baik tim maupun individu entah itu survey, literature review (membaca sekaligus mempelajari jurnal-jurnal penelitian) ataupun kunjungan lalu, mendengarkan dosen presentasi sekaligus sesi diskusi / tanya jawab secara dua arah. Pada saat praktikum, mempelajari penggunaan alat-alat laboratorium serta teknik untuk menganalisa kandungan makanan dan yang paling berkesan adalah membuat laporan praktikum, beberapa alumnus menyebutkan seperti mini skripsi, lengkap terdiri dari pendahuluan, tinjauan pustaka hingga daftar pustaka :).

namun tidak menutup kemungkinan, bagi teman-teman yang aktif dalam OSIS ataupun yang ingin belajar berorganisasi, di universitas biasanya ada BEM dan Senat baik ditingkat universitas ataupun fakultas. Ya, di organisasi ini teman-teman bisa mempelajari kemampuan berorganisasi, berjualan demi mengumpulkan dana untuk berlangsungnya acara, mengcreate acara-acara tertentu, mengunjungi desa dan aktivitas yang tidak terduga lainnya. Umumnya, terdapat divisi-divisi yang kurang lebih sama dengan pengurus kelas SMA dan OSIS, mulai dari sekretaris, bendahara dan lainnya.   


3. Softskills yang didapat

Beberapa soft skills yang didapatkan dari perkuliahan ini, karena perkuliahan ini termasuk bidang IPA / Eksak, maka ada praktikum. Praktikum ini melatih skill analitik teman-teman semua, dengan adanya praktikum, teman-teman dapat mendapat keahlian seperti mengoperasikan alat laboratorium, menganalisa hasil praktikum. Mengapa hasil praktikum demikian, apakah sudah sesuai dengan teori yang ada, mengapa. Secara tidak langsung juga meningkatkan rasa ingin tahu.  Apabila dari perkuliahan (teori) yang didapatkan adalah kemampuan presentasi teman-teman, untuk memaparkan hasil diskusi teman-teman sekelompok, kerjasama serta masih ada softskill lainnya. Kalau dari segi organisasi, teman-teman tentu akan mendapatkan skill leadership, komunikasi dan mungkin skill wirausaha juga ikut ditingkatkan hehe :) dan Menariknya lagi, berdasarkan pengalaman saya, yang paling sering diperjualbelikan adalah makanan. Belajar makanan dan yang dijual makanan, keduanya serba makanan.


4. Peluang Kerja

Peluang kerja yang setelah lulus dari Teknologi Pangan adalah QC (Quality Control), QA (Quality Assurance), produksi, RnD (Research and Developemnt) di pabrik makanan. Quality control memeriksa bahan baku sebelum produksi ataupun bahan jadi sebelum dipasarkan sedangkan Quality Assurance menerapkan prinsip zero defects, artinya dalam proses pengolahan harus dipastikan tidak ada kesalahan yang terjadi pada saat produksi ataupun terulang kemudian. Di bagian produksi, teman-teman memproduksi produk tersebut di pabrik dengan rentang waktu yang diberikan dan jumlah produk yang ditentukan. Selain itu, di bidang pendidikan, lulusan teknologi pangan dapat mengajar di Universitas, Institusi dan Sekolah Tinggi menjadi staff pengajar (Guru atau Dosen) atau sekolah-sekolah pertanian, namun menjadi dosen membutuhkan studi lanjut, yaitu minimal strata 2 (S2) atau magister. Apabila hobi menulis, mungkin di sela-sela waktu luang dapat dilatih lagi sehingga, dapat menjadi penulis buku-buku pangan dan kesehatan.

Kalau lulusan Teknologi Pangan khususnya Konsentrasi Kuliner, apakah saya langsung bisa menjadi chef?

Setahu saya, untuk menjadi chef diperlukan pengalaman kerja bertahun-tahun di dapur baik itu di hotel atau di restoran. Selain itu, sebelum menjadi chef, diduga teman-teman harus menjadi asisten cook, cook terlebih dahulu kemudian menjadi chef. Teman-teman lulusan bidang kuliner dapat menjadi Kulinolog, yaitu seorang yang berpengetahuan di dalam bidang kuliner, minat dan kesukaan akan food traveling akan menjadi nilai tambah bagi seorang kulinolog. 

 

Kalau lulusan Teknologi Pangan , apakah saya dapat menjadi ahli gizi?

Setahu saya, lulusan teknologi pangan, dapat menjadi ahli gizi, namun dalam bidang pangan ya.. Jadi mengetahui kandungan apa saja di dalam makanan. Hingga saat ini, setahu saya, untuk  menjadi ahli gizi kesehatan dan registered dietitian (ahli diet), teman-teman harus menempuh pendidikan gizi kesehatan atau kedokteran gizi  dan wajib mengikuti program sertifikasi yang disediakan, karena diduga dalam pendidikan gizi kesehatan dan kedokteran mempelajari lebih banyak tetang matakuliah yang berkaitan dengan tubuh manusia, ilmu kesehatan dan sekaligus dipersiapkan untuk merawat kesehatan ataupun terkait dengan nyawa seseorang sehingga teman-teman dapat dipercaya untuk bekerja di tempat pelayanan kesehatan, misal rumah sakit.


Sekian dari saya. Semoga informasi ini bermanfaat untuk teman-teman ya.. Selamat memilih jurusan perkuliahan. Sebelumnya saya memohon maaf apabila ada kata yang kurang berkenan. Semoga tulisan singkat ini dapat memberikan informasi yang mudah dimengerti dan dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk pengambilan keputusan teman-teman.. dan berharap teman-teman dapat mengambil jurusan sesuai keinginan teman-teman ya.. Semoga sukses selalu.. :)

Sabtu, 29 Agustus 2020

Aplikasi Short Grain Rice dalam Bidang Kuliner dan Pangan

Beras merupakan makanan pokok bagi banyak negara berkembang, termasuk Indonesia. Secara umum, beras giling mengandung nutrisi, yaitu karbohidrat, protein lemak, tiamin, riboflavin, niasin, vitamin E, kalium, natrium, kalsium, mineral seng dan mangan (Saleh et al., 2019). Beras diketahui hipoalergenik  Pertumbuhan outlet restoran yang menjual makanan khas Asia, yaitu Korea dan Jepang pun semakin banyak ditemukan di Indonesia dan semakin mudah diakses dengan layanan food delivery sehingga diduga permintaan short grain rice semakin tinggi dan diminati oleh masyarakat Indonesia. Dalam restoran Asia, short grain rice dibutuhkan dan sangat aplikatif, dimulai dari nasi, sushi rice, onigiri, rice cake dan makanan lainnya dikarenakan, sebagian besar masyarakat Asia lebih menyukai nasi yang lebih empuk dan pulen. 


Beras ketan
Sumber: kompas.com


Dibedakan dari ukuran bulirnya, sesungguhnya terdapat tiga jenis beras, yaitu long grain, medium grain dan short grain. Short grain rice dikenal memiliki ujung yang membulat, berwarna opak, memiliki panjang bulir <6,2 mm (CODEX, 1995) dan sering diproduksi oleh Jepang, China, Bangladesh, Srilanka, India. Merk short grain rice yang dapat ditemukan adalah Koshihikari, S6, Kogane Mochi dan lainnya. Beberapa tipe short grain rice juga termasuk beras aromatik, yaitu beras dijual dengan harga serta kualitas yang premium.  Kualitas beras tersebut dapat ditentukan dari warna, kebersihan, kemurnian, ukuran dan bentuk, kelembutan dan aroma beras (Custodio, 2019) namun setiap negara memiliki regulasi masing-masing terkait mutu beras yang baik dan dibutuhkan oleh setiap negara dan bisa jadi berbeda di tiap negara.

Short grain rice memiliki  kandungan amilopektin yang lebih tinggi, yaitu 13,4% dibandingkan dengan amilosa, yaitu 6,6%. Oleh karena itu, setelah proses penanakan, nasi bertekstur lengket dan memiliki daya rekat yang baik. Nasi yang ditanak menggunakan beras tipe tersebut mengandung 130 kkal  per 100 g bahan. Short grain rice dapat diinkorporasikan ke dalam berbagai produk pangan yaitu baby food, cereal, sup, rice bread, sushi rice, produk fermentasi lainnya seperti wine. atau hidangan berasa manis  di benua Asia, yaitu rice cake (Kumar & Murali, 2020) karena beras tersebut dapat berkontribusi memberikan tekstur empuk dan creamy. Selain itu, penggunaan tepung short grain rice yang dikombinasikan dengan proses fermentasi dapat memperpanjang umur simpan Niangao dengan tekstur yang lebih empuk (Feng et al., 2019).

 

Daftar Pustaka

Efferson, J. (1985).  Rice Grain Quality and Marketing. Filipina: International Research Institute.


Verheye, W.. (2010). Growth and Production of Rice. Encyclopedia of Life Support System. Singapura: UNESCO. https://www.eolss.net/Sample-Chapters/C10/E1-05A-15-00.pdf

Bergman, C et al. (2017). Rice Grain Quality https://beaumont.tamu.edu/elibrary/StudyRiceContest/2017/9.pdf

CODEX. (1995). Codex Standard For Rice. CODEX Standar 198-1995. 

CRPW. (2018). Variety Selection and Management. California Rice Production Workshop.  Hal 1-30. http://rice.ucanr.edu/files/288572.pdf

Custodio et al. (2019). Rice Quality: How It Is Defined by Consumers, Industry, Food Scientist and Genetictists. Trends in Food Science and Technology. Elsevier.  Hal 122-137.

Dipnaik & Kokare (2017). Ratio of Amylose and Amylopectin as Indicators of Glycaemic Index and In Vitro Enzymatic Hydrolysis of Starches of Long, Medium and Short Grain Rice. International Journal of Research in Medical Sciences Vol 5 No 10. Hal 4502-4505.

Feng et al. (2019). Optimizing the Texture and Retrogradation Properties of Niangao (Rice Cake) Made with Naturally Fermented Rice Flour. Food Science and Technology Vol 39 No 4. Hal 810-817

Finecooking. (2020). https://www.finecooking.com/article/guide-to-rice-varieties. Diakses tanggal 29 Agustus 2020. Pukul 11:02.  

Kaur et al. (2011). Studies on Evaluation of Grain Quality Attributes of Some Basmati and Non-Basmati Rice Cultivars. Journal of Food Quality Vol 34 No 6. Hal 1-7.

Kumar & Murali. (2020). Black Rice: A Novel Ingredient in Food Processing. Journal of Nutrition and Food Sciences Vol 10 No 771. Hal 1-7. 

Nawaz et al. (2018). Effect of Soaking Medium on The Physicochemical Properties of Parboiled Glutinous Rice of Selected Laotian Cultivars. International Journal of Food Properties. Vol 21 No 1. Hal 1896-1910.

Rohman et al. (2014). Rice in Health and Nutrition- Mini Review . International Food Research Journal Vol 21 No 1. Hal 13-24

Saleh et al. (2019). Brown Rice Versus White Rice: Nutritional Quality, Potential Health Benefits, Developmentof Food Products, and Preservation Technologies. Comprehensive Reviews in Food Science and Safety Vol 18 No 4. Hal 1070-1096.

 


Kamis, 20 Agustus 2020

Mari Mengenal Alkaline Diets

Baru-baru ini, masyarakat lebih sering mengonsumsi makanan tinggi garam, lemak jenuh, gula sederhana yang dapat berasal dari snack/ekstrudat, chip, makanan kaleng, yaitu daging ataupun sup dan konsumsi serat, kalium dan magnesium, yang bersumber dari buah dan sayur, yaitu lemon, pisang dan bayam serta umbi, yaitu kentang menjadi semakin jarang.  Secara umum, bahan pangan yang memiliki kadar air tinggi memiliki pH yang asam, yaitu buah (lemon)  yang berasa asam meninggalkan residu basa, sebaliknya daging, ikan, unggas, telur yang tidak berasa asam meninggalkan residu asam. Selain itu, PRAL (Potential Renal Acid Loads) dapat dijadikan sebagai indikator, namun tidak dapat dijadikan patokan untuk mengetahui sifat asam/basa makanan tersebut.



Makanan asam dan basa
Sumber: Greatist


 Konsumsi makanan yang sering dan tinggi sodium, lemak, gula diketahui dapat menimbulkan residu asam, yaitu sulfat non volatil, asam organik tidak termetabolisasi, asam fosforat dan asam lainnya, sehingga lama kelamaan tingkat keasaman di tubuh meningkat dan mengurangi kinerja organ, mudah terkena stress, diduga dapat meningkatkan resiko penyakit kronis, menurunkan kepadatan tulang serta menurunkan massa otot. Selain itu, mineral yang bersifat basa, yaitu potassium, yang secara umum ditemukan dalam bentuk potasium sitrat, magnesium dan kalsium dalam bentuk kalsium fosfat dan karbonat akan berkurang. Rendahnya  kalsium diukur berdasarkan kandungan kalsium  yang berjumlah sedikit di dalam urin.

Kalsium tersebut dipinjam oleh tubuh untuk menetralisir asam yang ada di dalam tubuh sehingga kepadatan tulang menjadi rendah, meningkatkan inflamasi namun tidak sampai menyebabkan osteoporosis. Keasaman di dalam sel dapat diindikasikan dari pH urin dan tidak bisa diindikasikan dari pH darah. Selain itu, asam yang berlebih dapat diikat dengan visceral fat, yang terletak dekat hati, lambung dan usus dan diduga dapat memiliki efek yang kurang baik untuk tubuh. Lemak ini tidak terlihat dibandingkan dengan subcutaneous fat yang langsung terlihat di daerah lengan dan paha. Oleh karena itu, pH tubuh harus tetap terjaga dan memiliki rentang pH optimum, yaitu 7,35-7,45 (sedikit basa) dengan merawat base buffer system atau sistem penyangga basa di dalam tubuh. Oleh karena itu, alkaline diet perlu diterapkan.

 Base buffer system dalam tubuh lama kelamaan akan lelah dan stress apabila kurang konsumsi makanan yang bersifat basa dan lebih sering mengonsumsi bahan pangan dengan lemak, gula dan sodium yang tinggi sehingga tubuh sulit terlindungi, namun, bukan berarti tubuh tidak butuh makanan yang meninggalkan residu asam, yaitu daging, karena  daging, telur, unggas karena dari bahan pangan tersebut masih dibutuhkan protein yaitu untuk membangun massa otot dan merupakan gabungan dari asam amino, yang digunakan untuk membangun DNA dan mengandung asam lemak esensial yang dibutuhkan oleh tubuh. Konsumsi ikan, daging, telur, unggas masih perlu dilaksanakan dalam melakukan alkaline diet.  

Berdasarkan Elisa (2009) dikatakan bahwa sebaiknya tubuh  mengonsumsi makanan yang bersifat alkali sebesar 60% sehari-hari dan 80% apabila sedang tahap pemulihan. Selain itu, di dalam pola makan alkali harus memenuhi 40% kebutuhan lemak sehari-hari dan 20% apabila sedang tahap pemulihan. Menu yang digunakan harus bervariasi dan siklus waktu yang tepat, dan dikonsumsi dalam porsi yang cukup. Dalam tahap melakukan alkaline diet, dibutuhkan delapan tahap dalam melakukan diet alkaline, yaitu tahap detoks, prenourishing, transisi, filling phase, dan diet mediteranian hingga asian diet (Deangela, 2020). Disarankan untuk mencoba alkaline diet, sebaiknya mendiskusikannya terlebih dahulu kepada yang lebih berwenang, yaitu dokter gizi pribadi, ahli gizi atau dietitian.

Dalam pola makan alkaline diet pangan, yaitu  kopi, alkohol, makanan berpengawet dihindari  dan perbanyak konsumsi sayur dan buah organik serta susu dan minuman probiotik, yaitu yoghurt dan smoothies.  Kandungan yoghurt dapat memperlancar pencernaan sehingga mencegah reabsorpsi komponen-komponen toksik yang terkandung dalam feses yang tidak terkeluarkan secara teratur (Elisa, 2009). Mengonsumsi makanan yang bersifat basa dapat mengurangi rasa sakit akibat atritis, meningkatkan growth hormone, menjaga kesehatan tulang, mengurangi resiko terkena hipertensi dan struk reparasi jaringan yang rusak dan meningkatkan total energi dalam tubuh (sel bekerja secara optimum), dan meningkatkan kesehatan tulang.

 

Daftar Pustaka

CDC. (2020).  Get the Fact Sodium and the Dietary Guidlines.   https://www.cdc.gov/salt/pdfs/sodium_dietary_guidelines.pdf

Deangela, E. (2020) 56 Days Enhanced Alkalizing Meal Plans. http://thealkalinediet.org/viparea/56DaysEnhancedMealPlans.pdf

Elisa/Act .(2009). The Alkaline Way. RMJ Holdings LLC.

Mousa, H. (2016). Health Effects of Alkaline Diet and Water, Reduction of Digestive-tract Bacterial Load, and Earthing- Review Article. Alternative THerapies Vol 22. No. S1. 24-33

Sangma et al. (2019).  Concept of Acid Alkaline Diet. The Pharma Innovation Journal. Hal 932-935.

Schwalfenberg, G. (2012). Review Article - The Alkaline Diet: Is There Evidence That an Alkaline pH Diet Benefits Health ?



Rabu, 19 Agustus 2020

Mengenal Kerupuk di Lomba Makan Kerupuk - Info Singkat

Kerupuk merupakan campuran adonan tepung dengan lumatan udang atau ikan yang mengalami proses pencetakkan, penjemuran dan penggorengan. Kerupuk tersebut menjadi spesial pada saat hari kemerdekaan Indonesia, karena melambangkan salah satu produk pangan dikonsumsi oleh masyarakat, disantap bersama nasi pada saat memperjuangkan kemerdekaan dan dapat membuat masyarakat bertahan hidup (Kompas, 2020a).  Selain itu, PikiranRakyat (2020) menambahkan bahwa kerupuk merupakan makanan favorit masyarakat zaman dahulu. Pada saat lomba 17 Agustus, kerupuk sering diaplikasikan dalam bentuk lomba makan kerupuk yang merefleksikan arti perjuangan, semangat, rasa persatuan para pahlawan. Oleh karena itu, rasa bersyukur merupakan hal yang patut direfleksikan, karena dimasa tersebut sulit mendapatkan makanan. Hal ini juga terlihat dari tangan diikat pada saat lomba (Kompas, 2020a).


Lomba makan kerupuk
Sumber: food.detik.com

Kerupuk sering dikonsumsi sebagai snack ketika mengonsumsi bakso, soto, rujak sambal, memiliki rasa asin dan gurih, namun konsumsi kerupuk tidak direkomendasikan bagi ibu hamil karena akan meningkatkan resiko hipertensi dan pembengkakan (Detikhealth, 2020). Nutrisi yang dikandung dari kerupuk didominasi oleh karbohidrat karena kerupuk berbahan dasar tepung tapioka sehingga membentuk struktur adonan yang kuat dan dapat mengembang (Koswara, 2009) namun kandungan protein, lemak kerupuk masih dinilai rendah. Oleh karena itu, telah banyak dilakukan upaya dalam bentuk penelitian untuk meningkatkan kandungan protein, lemak serta macam-macam vitamin dan mineral pada kerupuk. Kandungan protein dan lemak pada kerupuk bervariasi dan dipengaruhi oleh formulasi dan jenis bahan yang digunakan. Berdasarkan SNI (1976) mutu kerupuk mentah yang baik ditandai dengan tidak tampaknya jamur, serangga, benda-benda asing. Selain itu, tidak lupa perlu diperhatikan perihal label komposisi, kandungan gizi, tanggal kadaluarsa sebelum membeli, serta teknik penyimpanan kerupuk (Koswara, 2009). 

Pembuatan kerupuk terdiri dari berbagai tahap, yaitu pembuatan adonan kerupuk, pengukusan, pendinginan, pencetakkan serta pengeringan setelah itu, dilanjutkan dengan tahap "pematangan". Dalam upaya mematangkan kerupuk, tidak hanya melulu di goreng namun di Bengkulu dan sekitarnya, kerupuk dipanggang di atas bara api, dikenal dengan kerupuk kemplang. Perbedaan metode antara pemanggangan dan penggorengan menghasilkan warna dan tekstur yang berbeda (Suryaningrum, 2016). Seringkali tepung tapioka dan lumatan ikan dan udang tidak cukup untuk menghasilkan kerupuk yang disukai dan sesuai standar yang berlaku. Oleh karena itu di dalam pembuatan kerupuk, wirausahawan sering menambahkan tepung terigu, bawang putih, garam, agen pengembang, yaitu soda kue, telur, pewarna makanan, perisa ataupun penguat rasa, salah satunya adalah monosodium glutamate (MSG). 

 

Daftar Pustaka

Detikhealth. (2020). Lomba Makan Kerupuk 17-an ,Amankah bagi Ibu Hamil?. https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4669335/lomba-makan-kerupuk-17-an-amankah-bagi-ibu-hamil. Diakses pada tanggal 20 Agustus 2020. Pukul 11:05

KBBI. (2020). Kerupuk. https://kbbi.web.id/kerupuk. Diakses pada tanggal 20 Agustus 2020. Pukul 10:50

Kompas. (2020a). Kenapa Ada Lomba Makan Kerupuk saat 17 Agustus. https://www.kompas.com/food/read/2020/08/12/160600075/kenapa-ada-lomba-makan-kerupuk-saat-17-agustus?page=all. Diakses pada tanggal 20 Agustus 2020. Pukul 10:50

Kompas. (2020b). Nostalgia Lomba 17 Agustus di Masa Pandemi. https://lifestyle.kompas.com/read/2020/08/14/082300420/nostalgia-lomba-17-agustus-di-masa-pandemi.Diakses pada tanggal 20 Agustus 2020.  Pukul 11:53.

Koswara, S.(2009). Pengolahan Aneka Kerupuk. http://tekpan.unimus.ac.id/wp-content/uploads/2013/07/PENGOLAHAN-ANEKA-K-E-R-U-P-U-K.pdf. Diakses pada tanggal 20 Agustus 2020.  Pukul 11:53.

PikiranRakyat. (2020). Filosofi Lomba Makan Kerupuk. https://www.pikiran-rakyat.com/gaya-hidup/pr-01284594/filosofi-lomba-makan-kerupuk-407410. Diakses pada tanggal 20 Agustus 2020.  Pukul 11:53.

Resiandini, D.S&Indrawati, V. (2013). Pengaruh Jumlah Daging Belut (Monopterus albus)dan Penambahan Puree Wortel (Daucus carota) pada Hasil Jadi Kerupuk. Jurnal E-Boga Vol 2 No. 3. Hal 95-103.

Suryaningrum,T.D; Ikasari, D; Supriyadi; Mulya I.; Purnomo H. (2016). Karakteristik Kerupuk Panggang Ikan Lele  (Clarias gariepinus) Meat and Tapioca Flour. JPB Kelautan dan Perikanan Bogor Vol 11 No. 1 Hal 25-40


Senin, 10 Agustus 2020

Mini Review: Fruit and Vege Infused Water, Minuman Unik yang Bermanfaat

#edisiminumankesehatan

Berdasarkan penelitian Briawan dkk (2011) telah disimpulkan bahwa sebanyak 37,3% remaja kurang mengonsumsi air putih dan berdasarkan Indrawati dkk (2017) sebanyak 73,5% atlet remaja mengonsumsi air mineral kurang dari standar, yaitu  delapan gelas / hari, setara dengan 2000 ml air. Liska dkk. (2019) menambahkan bahwa mengonsumsi air atau melakukan hidrasi berkontribusi positif terhadap pencernaan, fungsi syaraf serta manajemen berat badan, namun penelitian-penelitian tersebut dinilai kurang konsisten karena jumlah percobaan yang sedikit serta adanya faktor-faktor lain yang mempengaruhi, yaitu umur, jenis kelamin dan jumlah hormon reproduksi. Meskipun demikian, tubuh manusia tetap membutuhkan sebanyak 80% air (Bakri, 2019).  Selain itu, mineral yang terkandung di dalam air  dibutuhkan oleh tubuh diantaranya kalsium dan fosfor yang berkontribusi untuk menjaga kesehatan tulang dan apabila kurang dari batas rekomendasi yang telah ditentukan maka akan meningkatkan resiko terkena osteoporosis pada wanita (WHO, 2011). 





Infused water
sumber: merdeka.com


Infused water atau yang dikenal juga sebagai spa water merupakan air yang dicampurkan dengan buah, sayur, herbal atau rempah-rempah dan di rendam dalam waktu yang lama tanpa penambahan gula. Dalam berbagai sumber penelitian, buah-buahan, sayuran, rempah atau herbal direndam selama dua hingga empat jam di suhu ruang atau empat hingga 12 jam di suhu refrigerator. Secara umum, infused water dikonsumsi hanya airnya saja namun, buah-buahan di dalamnya tidak dikonsumsi, karena rasanya kurang disukai (Adrian, 2017) dan teksturnya menjadi mengerut, disebabkan oleh proses difusi.  Infused water cocok dikonsumsi di pagi hari sebelum sarapan (Chandra & Amilah, 2017) dan dapat dikonsumsi untuk kalangan remaja, anak-anak, dewasa ataupun lansia baik yang berprofesi sebagai atlet ataupun non atlet. Pada remaja putri diketahui infused water dapat mengurangi rasa nyeri pada saat menstruasi (Pumani, 2017) dan telah dibuktikan bahwa infused water dapat mencegah dehidrasi pada atlet yang ditandai dengan warna urin yang tidak berubah (Ali et al., 2018). 

Infused water dapat menggunakan buah, sayur, rempah, herb yang bervariasi. Buah-buahan yang dapat digunakan yaitu kurma, jeruk, kiwi, stroberi, anggur hitam, lemon, sayur-sayuran yang dapat digunakan yaitu timun, herb berupa daun mint dan rempah berupa jahe sehingga diduga dapat menghilangkan rasa bosan. Selain itu, pemilihan jenis bahan dapat mempengaruhi rasa infused water, jahe dapat memberikan rasa pedas pada infused water karena mengandung zingeron (Wahyuningsih, 2018) sedangkan kulit lemon dan lemon dapat berkontribusi memberikan rasa pahit dan asam (Harifah, 2014) diduga karena kandungan tanin dan asam organik. Berdasarkan jurnal riset kesehatan tahun 2017, infused water yang telah disimpan selama empat jam di suhu refrigerator masih aman untuk dikonsumsi, namun disarankan dalam pembuatannya tetap memperhatikan personal hygiene, bahan baku dan kebersihan peralatan yang digunakan agar umur simpan infused water dapat bertahan lebih lama. Meskipun beberapa kulit buah-buahan mengandung beberapa nutrisi yang bermanfaat bahkan lebih banyak dibandingkan dengan daging buah namun sebaiknya, penggunaan kulit buah lebih baik dihindari, diduga kandungan mikroorganisme kulit buah lebih banyak dibandingkan dengan daging buah yang akan mengakibatkan umur simpan infused water menjadi lebih pendek. 

Infused water memiliki keunggulan dibandingkan dengan minuman lainnya, yaitu memiliki kandungan gula, kalori yang lebih rendah dibandingkan dengan kopi dan diduga tidak mengandung kafein yang dikatakan dapat mengurangi cairan tubuh (Adrian, 2017). Berdasarkan jurnal kesehatan masyarakat tahun 2018 dikatakan bahwa kandungan kalori infused water yang terdiri dari apel, pisang dan lemon yaitu 212 kkal  dan mengandung 6% dari karbohidrat yang dibutuhkan dalam minuman olahraga serta Harifah (2014) menambahkan bahwa kadar gula infused water yang terdiri dari jeruk, stoberi, anggur dan kiwi yang telah mengalami perendaman selama 12 jam dalam penyimpanan refrigerator berkisar antara 0,4-0,6%. Variasi nutrien yang terkandung dalam infused water, yaitu vitamin K, vitamin C, Kalium, Magnesium dan Vitamin A dipengaruhi oleh komposisi bahan baku (Surati et al. , 2019) serta vitamin C dan antioksidan dipengaruhi oleh suhu dan waktu penyimpanan.

Kekeruhan infused water akan semakin keruh apabila disimpan semakin lama, disebabkan oleh kandungan garam dan mineral yang terlarut dalam air. Waktu penyimpanan tetap harus diperhatikan, waktu yang terlalu lama yaitu diatas 12 jam dapat menurunkan kandungan vitamin C, dan aroma, disebabkan oleh teroksidasinya kandungan vitamin C dan menguapnya komponen-komponen volatil yang ada pada infused water sehingga menjadi kurang bermanfaat dan kurang disukai. Oleh karena itu, mari kita konsumsi infused water secara rutin dan dengan waktu penyimpanan yang tepat karena secara tidak langsung, infused water dapat membantu memenuhi kebutuhan  air dan kebutuhan mikronutrien, yaitu vitamin dan mineral sehingga daya tahan tubuh tetap terjaga dan terhindari dari beberapa penyakit yang disebabkan oleh defisiensi vitamin/mineral.   Sidauruk (2018) merekomendasikan untuk mengonsumsi infused water lemon sebanyak dua hingga tiga kali sehari untuk mencukupi kebutuhan vitamin C dalam tubuh.  




Daftar Pustaka:

Adrian, K. (2017). Fakta tentang Manfaat Infused Water. https://www.alodokter.com/fakta-tentang-manfaat-infused-water. Diakses pada tanggal 10 Agustus 2020. Pukul 15:17. 

Ali et al. (2018). Usage of Fruit Infused water for Prevention of Dehydration Due To Endurance Exercise. Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 3. Hal 417-422.

Bakri, S. (2019). Status Gizi, Pengetahuan dan Kecukupan Konsumsi Air pada Siswa SMA Negeri 12 Kota Banda Aceh. Jurnal Action: Aceh Nutrition Journal. Volume 4 No. 1. Hal 22-27.

Briawan, D; Sedayu, T.R.;Ekayanti, I. (2011). Kebiasaan Minum dan Asupan Cairan Remaja di Perkotaan. Jurnal Gizi Klinik Indonesia. Vol 8 No 1. Hal 36-41. 

Chandra, M.I & Amilah, S. (2017). Pengaruh Lamap Penyimpanan Infused Water emon (Citrus lemon) dan Mentimun (Cucumisstavus L.) terhadap Pertumbuhan Bakteri. Stigma Vol 10 No 2. Hal 68-73

Haitaimi et al. (2017). Kadar vitamin C Sunkist Peras dan Infused Water. Medical Laboratory Technology Journal Vol 3. No. 1.. Hal 98-102

Harifah, I. (2014). Aktivitas Antioksidan Infused Water dengan Variasi Jeruk (Nipis, Lemon dan Baby) dan Buah Tambahan (Stoberi, Anggur Hitam dan Kiwi). Jurnal Teknologi dan Industri Pangan Vol 1. No. 1. Hal 54-58.

Indrawati, F; Kurdanti, W; Suryani, I. (2017). Kajian Karakteristik dan Asupan Cairan pada Atlet di SMA Negeri 1 Sewon. Jurnal Nutrisia. Hal 90-94. 

Liska et al. (2019). Narrative Review of Hydration and Selected Health Outcomes in the General Population. Nutrients. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6356561/. Diakses tanggal 9 Agustus 2020. Pukul 20.00.

Muzaifa et al. (2019). Study of Infused Water Production from Date Palm (Phoenix dactylipera) with Addition of Lime (Citrus aurantis folia). Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia Vol. 11 No. 2. Hal 84-89.

Riskesdas (2018). Berapa Takaran Normal Air agar Tidak Kekurangan Cairan dalam Tubuh. http://www.p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/hipertensi-penyakit-jantung-dan-pembuluh-darah/page/14/berapa-takaran-normal-air-agar-tidak-kekurangan-cairan-dalam-tubuh. Diakses tanggal 10 Agustus 2020. Pukul 16:40

Sidauruk, I. (2018). Vitamin C Stability and Antioxidant Activity in Infused Water of Lemon using Glass and Plastic Packaging. Skripsi. Universitas Katolik Soegijapranata. 

Surati et al. (2019). Level of Minerals, Vitamin and Power Received in Drink Infused Water with Diversification. Jurnal Riset Kesehatan Vol. 8 No. 2. Hal 11-16

Surati & Qomariah. (2017). Tingkat Keamanan Minuman Infused Water dengan Diversifikasi Penyimpanan yang Berbeda. Jurnal Riset Kesehatan Vol 6. No. 1. Hal 13-19

Trisnawati et al. (2018) Tingkat Kekeruhan, Kadar Vitamin C dan Aktivitas Antioksidan Infused Water Lemon dengan Variasi Suhu dan Lama Perendaman. Universitas Muhammadiyah Semarang.  

Wahyuningsih et al. (2018). Aktivitas Antioksidan Herbs Infused Water dengan Variasi Lama Perendaman dan Varietas Jahe (Zingiber officinale) Emprit, Gajah dan Merah. Prosiding Seminar Nasional 5 tahun FP. Hal 1-7.

Wassawa, M. (2016). Pengaruh Waktu Infusa dan Suhu Air yang Berbeda terhadap Aktivitas antioksidan dan Vitamin C pada Infused Water Kulit Pisang. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi Vol 1. No. 1. Hal 107-119.

WHO. (2011). Guidelines For Drinking Water Quality Fourth Edition. India. https://apps.who.int/iris/bitstream/handle/10665/44584/9789241548151_eng.pdf?sequence=1. D